Makna dan Lirik Lagu Hikaru Nara – Goose house (OST Shigatsu wa Kimi no Uso)
“Justru jalan yang pernah kita pilih itulah yang menjadi takdir”
Hikaru Nara · arti harfiah: Jika Bersinar
IntinyaHikaru Nara memakai judulnya sebagai syarat yang belum selesai dan diisi hal-hal gelap, ditulis Goose house untuk Arima Kousei dan Miyazono Kaori, takdir di belakang pilihan.
Lirik & Terjemahan Hikaru Nara – Goose house
↕ Scroll di dalam kotak buat lirik lengkapnya
Arti & Makna Lagu Hikaru Nara – Goose house
Judul Hikaru Nara sebenarnya kalimat yang belum selesai. Bentuknya syarat, bukan pernyataan, dan liriknya memakai syarat itu tiga kali dengan isian yang berganti-ganti. Menurut kami di situ lagunya bekerja: dia tidak menjanjikan keadaan membaik, cuma menawarkan pertukaran kalau satu syarat terpenuhi.
Yang dimasukkan ke dalam syarat itu selalu hal yang gelap. Kegelapan lebih dulu: bahkan kegelapan, kalau bersinar, akan jadi langit berbintang. Lalu air mata, yang kalau ikut bersinar berubah jadi meteor. Baru di bait ketiga syaratnya dibalik ke orangnya sendiri: "lihat, sekarang, di sini, kalau bersinar" (hora imada koko de hikarunara). Dua kali lagu ini mengubah benda, sekali dia menagih.
Lagunya ditulis khusus buat animenya: di komentar resmi yang dimuat situs anime, Goose house bilang mereka berangkat dari cahaya dan bayangan di dalam hati Arima Kousei dan Miyazono Kaori, sesuatu yang dipunyai siapa saja, sehingga penonton ingin mendukung tokohnya seperti mendukung diri sendiri. Prosesnya juga dari sana: tiap anggota membaca dulu manga aslinya, lalu perasaan yang mereka rasakan bareng dipadatkan ke satu lagu yang mereka sebut corak baru buat mereka sendiri.
Kesan kami: bait penutupnya mengambil belokan yang tidak kami duga. Sesudah tiga kali menawarkan syarat, lagunya malah membuka pertanyaan, "Apakah jawabannya selalu kebetulan, atau memang keniscayaan?" (kotae wa itsu demo guuzen? hitsuzen?), lalu menjawabnya sendiri lewat kalimat yang buat kami paling menenangkan di seluruh lagu: "Justru jalan yang pernah kita pilih itulah yang menjadi takdir" (itsuka eranda michi koso unmei ni naru). Takdir ditaruh di belakang pilihan. Buat lagu yang nadanya seceria ini, penutup setenang itu bikin kami betah mengulang.
Kalau bersinar, seandainya bersinar. — Bentuknya klausa bersyarat, dan di lagu ini subjeknya berganti tiga kali: kegelapan, air mata, lalu si tokoh sendiri.
Fakta Menarik
Nonton di YouTube, di sini aja
Player Apple Music-nya ada di pojok bawah layar — bisa di-minimize kalau ganggu.

