Makna dan Lirik Lagu I-BULL – jo0ji (OST BLEACH: Thousand-Year Blood War (The Calamity))
“Mundur jadi tua, takut berarti mati”
I-BULL · arti harafiah: Aku-Banteng (plesetan 'iburu', citra banteng yang menyeruduk)
IntinyaI-BULL menyalakan keberanian lewat 'mundur jadi tua, takut berarti mati' setelah mengakui janji belum terpenuhi, opening BLEACH yang dipilih Tite Kubo dari demo sekali dengar.
Lirik & Terjemahan I-BULL – jo0ji
↕ Scroll di dalam kotak buat lirik lengkapnya
Arti & Makna Lagu I-BULL – jo0ji
"I-BULL" adalah lagu tentang keberanian di tengah kegelapan tanpa jaminan: bukan keberanian yang bersih dan heroik, melainkan determinasi yang lahir setelah keraguannya dipertanyakan dulu. jo0ji menulisnya sebagai opening theme cour terakhir BLEACH: Thousand-Year Blood War (The Calamity), menuangkan semua yang ia pelajari dari serial ini: menghadapi sesuatu, percaya pada keyakinan, dan melindungi yang penting. Judulnya dibaca "iburu", menggabungkan citra banteng yang menyeruduk dengan harapan yang meledak.
Liriknya menolak jadi anthem perjuangan yang naif. Bait pembukanya langsung menggugat: "harapan yang meledak / Apakah itu keputusasaan yang serupa tapi berbeda?" (hazeru kibou, sore wa nite hi naru zetsubou?). Sepanjang lagu jo0ji mengakui "janji belum terpenuhi" (yakusoku wa hatasarenai) dan kegelapan yang tak kunjung usai, baru kemudian menyalakan api lewat "mundur jadi tua, takut berarti mati" (hikeba oi, okuseba shinu ze). Urutan itulah intinya: keberanian di lagu ini diperoleh, bukan diberikan.
Yang bikin I-BULL spesial melampaui musiknya adalah proses kurasi di baliknya. Tite Kubo secara pribadi memilih semua theme song BLEACH TYBW dari tahap demo, sengaja mencari artis baru agar penonton bisa "menemukan" mereka lewat serial ini, dan untuk cour terakhir ia menerima proposal lagu terbanyak sepanjang serial. Setelah diskusi dan feedback, jo0ji mengirim revisi, dan Kubo memutuskan lagu ini dalam sekali dengar. Buat jo0ji yang tumbuh menonton BLEACH sejak kecil, mengisi theme song cour terakhirnya terasa seperti lingkaran penuh.
Kegelapan pekat, obscurity. jo0ji memakai kata ini untuk menggambarkan malam tanpa akhir yang menusuk harapan. — Muncul di baris 25 lirik asli: "Nobetsu makunashi ni kaimei"(kegelapan tanpa henti). Kata puitis yang jarang dipakai sehari-hari, menambah bobot keputusasaan di bait kedua.
Fakta Menarik
Nonton di YouTube, di sini aja
Player Apple Music-nya ada di pojok bawah layar — bisa di-minimize kalau ganggu.

