Makna dan Lirik Lagu Haiiro to Ao – Kenshi Yonezu
Lirik & Terjemahan Haiiro to Ao – Kenshi Yonezu
↕ Scroll di dalam kotak buat lirik lengkapnya
Arti & Makna Lagu Haiiro to Ao – Kenshi Yonezu
Haiiro to Ao dinyanyikan sebagai ingatan tentang sahabat masa kecil yang sudah lama tak dijumpai. Lagunya dibuka di kereta subuh: narator melihat pantulan dirinya di jendela, lalu ingatan datang satu per satu, sepeda penyok yang dipakai berkeliling, aksi meniti tali yang bikin lutut berdarah. Di tengah semua itu ada satu pertanyaan yang diulang dua kali dan tidak pernah dijawab, "kimi wa ima mo ano koro mitai ni iru nodarou ka" (apakah kamu sekarang masih seperti dulu).
Judulnya berarti abu-abu dan biru, dan frasa itu tidak pernah muncul di lirik. Warna baru disebut di baris penutup, "hajimari wa aoi iro" (permulaan berwarna biru). Yonezu sendiri bilang, lewat dua suara di lagu ini ia ingin mengekspresikan kebiruan itu, sesuatu yang entah sudah hilang atau masih ia genggam sampai sekarang. Sejak lama ia juga ingin menangkap apa yang ia sebut momen ajaib: ucapan yang keluar barengan saat ngobrol dengan teman, atau langkah orang asing yang kebetulan seirama dengan tempo lagu di earphone-nya.
Titik berangkatnya film. Yonezu menyebut Kids Return karya Takeshi Kitano sebagai motif penting lagunya: dua orang yang berangkat dari titik yang sama, memilih jalan berbeda, sama-sama gagal, lalu bertemu lagi. Yang dipinjam struktur perasaannya, bukan plotnya. Lagu ini direkam September 2017, masa peralihan yang samar dari musim panas ke gugur, dan Yonezu menyebutnya lagu yang hanya bisa terwujud pada momen itu, persis akhir musim panas yang jadi latar baris pembukanya.
Kesan kami: baris yang paling nempel justru permintaan kecil menjelang akhir, "surechigau you ni kimi ni aitai" (aku ingin bertemu denganmu, walau cuma berpapasan). Setelah sepanjang lagu merindukan sahabatnya, yang diminta narator ternyata sekecil itu: cukup berpapasan, tanpa perlu saling menyapa. Buat kami di situlah judulnya terasa jujur, rindu yang sudah berdamai dengan jarak.
Bayang-bayang atau sisa ingatan tentang seseorang, bukan wajah secara fisik. — Kata kunci refrainnya. Yang menyemangati narator buat terus bernyanyi adalah sisa ingatan ini, yang dia sebut sendiri sebagai sesuatu yang konyol.
Fakta Menarik
Nonton di YouTube, di sini aja
